Kompany Kritik Mourinho: “Kesalahan Besar” atas Komentarnya pada Vinicius Jr

Bagikan

Pelatih Bayern Munich, Vincent Kompany, mengkritik komentar pelatih Benfica, Jose Mourinho, terkait insiden rasisme yang dialami Vinicius Junior. Kompany menilai Mourinho melakukan “kesalahan besar” karena menyerang karakter Vinicius setelah pertandingan play-off Liga Champions.

Kompany-Kritik-Mourinho-Kesalahan-Besar-atas-Komentarnya-pada-Vincius-Jr

Insiden terjadi saat Vinicius, penyerang Real Madrid, menuduh Gianluca Prestianni menghina dirinya secara rasial setelah mencetak gol. Wasit menghentikan pertandingan selama 10 menit, dan UEFA membuka penyelidikan atas tuduhan tersebut.

tebak skor hadiah pulsa 100k  

Kompany menekankan bahwa menyerang korban pelecehan rasis justru memperburuk situasi. “Satu hal yang tidak boleh Anda lakukan adalah mengabaikan seseorang dan menyerang karakter mereka yang mengeluh tentang pengalaman menyakitkan,” kata Kompany.

AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!

aplikasi shotsgoal  

Vinicius Masih Marah atas Insiden

Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, menegaskan bahwa Vinicius Jr. masih marah setelah insiden tersebut. Arbeloa menyebut tindakan rasis itu “tidak memiliki tempat dalam olahraga atau masyarakat” dan menekankan perlunya melawan rasisme secara tegas.

Federasi Sepak Bola Brasil telah mengirim surat kepada UEFA dan FIFA untuk menekankan perlunya mengidentifikasi dan menghukum pelaku. Arbeloa menegaskan, “Kita memiliki kesempatan luar biasa untuk tidak membiarkannya berlalu begitu saja dan terus berjuang melawan momok rasisme ini.”

Kompany menambahkan bahwa Vinicius menunjukkan keberanian dalam situasi yang sangat sulit, dan perlindungan terhadap pemain yang menjadi korban rasisme adalah hal penting bagi semua klub Eropa.

Baca Juga: Robin van Persie: Raheem Sterling Belum Siap Bermain Penuh 90 Menit

Kontroversi Komentar Mourinho

Kontroversi-Komentar-Mourinho

Jose Mourinho mempertanyakan mengapa Vinicius sering menjadi target di stadion-stadion Eropa, dan mengaitkan selebrasi golnya sebagai provokasi. Kompany menilai komentar ini salah arah dan tidak pantas, karena seharusnya fokus pada penghentian perilaku rasis, bukan menuduh korban.

Kompany, yang pernah mengalami rasisme saat bermain di Real Betis dan Anderlecht, menekankan bahwa pemimpin tim memiliki tanggung jawab moral. “Dari segi kepemimpinan, ini adalah kesalahan besar,” ujarnya.

Meskipun Kompany menghormati karier Mourinho, ia menegaskan bahwa tindakan menyerang karakter korban bukanlah hal yang dapat diterima.

Penyelidikan UEFA dan Leg Kedua

UEFA kini memimpin penyelidikan yang diperkirakan memakan waktu hingga tiga minggu. Ini berarti Vinicius dan Prestianni bisa kembali berhadapan di leg kedua play-off di Santiago Bernabeu, karena kasus masih terbuka.

Sementara itu, Mourinho tetap fokus pada pertandingan domestik Benfica melawan tim peringkat terbawah Primeira Liga, AVS. Ia mengakui bahwa semua pembicaraan mengenai insiden ini “tidak akan berakhir begitu saja.”

Kompany berharap UEFA memberikan sanksi tegas agar menjadi contoh, sekaligus menegaskan bahwa rasisme tidak boleh dibiarkan terjadi lagi di sepak bola Eropa. Simak terus pembahasan sepak bola terupdate lainnya hanya di goalinthnews.com.